"dalam ini tergores satu bentuk menawan yang lagi-lagi menari dengan anggunnya. lalu kuterdiam dalam setitik kedip penuh arti, coba hirup bentuk menawan, sambil berlutut di depan indah dirimu ....... afiffatul ulfah 'Vava' "

Saya pikir kamu mencintaiku setulus hati

Setelah semua yang telah terjadi pada kita, salahkah aku beranggapan kalau kamu mencintaiku sepenuh hati. Tetapi, aku tak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi diantara kita. Kupikir semuanya begitu sempurna, semuanya begitu indah. Aku sudah tak paham lagi apa yang sesungguhnya sedang kuhadapi.


Semua sudah kulakukan sesuai dengan kemampuanku, hal2 yang selama ini bisa membuat kamu marah sudah kuhindari. Bahkan teman2 yang sejak dulu bersamapun semuanya sudah kutinggalkan, sudah kulupakan bahkan beberapa orang tekan dekatku sudah kuhapus semua kontaknya, bbm, fb, wa, line, bahka nomor hp pun aku hapus. 
Semua kulakukan dengan harapan mendapatkan kebahagiaan yang selama ini aku nantikan bersamamu. 

Sekarang, aku gak tahu lagi mau kemana melangkah. Menuju kamu, selalu saja kamu membuat aku cemburu, bahkan hal yang kubenci pun masih tetap kamu lakukan. Mau kembali ke teman2ku, aku malu sudah mencampakkan mereka, bahkan ketika mereka sangat membutuhkanku saja aku tidak mau datang, karena kamu tidak mengijinkannya. 

Kini hanya tinggal sedikit harapan yang jikalau aku boleh meminta, bersamaku lagi nok kembali, sebentar saja untuk melunasi hutang janji yang sudah terucapkan. 

Selamat jalan nok, kalau memang aku sudah tidak ada lagi dihati. Terimakasih atas kebersamaan dan kebahagiaan selama ini. Maaf atas semua salahku, rasa cemburuku, marahku selama ini. 

Maaf, semua kontakmu sudah kuhapus karena sudah gak bisa kupakai lagi, dan maaf mengganggu dengan telp ku. 

Kamu tahu aku dimana, kuharap suatu saat nanti hubungan kita bisa diperbaiki, dan kebahagiaan jadi milik kita bersama. 

Kutunggu....

0 komentar: