"dalam ini tergores satu bentuk menawan yang lagi-lagi menari dengan anggunnya. lalu kuterdiam dalam setitik kedip penuh arti, coba hirup bentuk menawan, sambil berlutut di depan indah dirimu ....... afiffatul ulfah 'Vava' "

maafkan saya va.....

setelah hampir setahun kita tidak pernah bertemu, tak pernah saling memberikan kabar masing-masing. hampir setahun pula kupendam rasa rindu dan kangen, kangen sekali melihat tawa kamu, canda kamu, dan semuanya...
seandainya kamu tahu, dan juga dapat merasakan semua itu.
seandainya kamu juga merasakan rindu yang sangat sepertiku.

kamu tahu,
senang rasanya waktu mendengar kamu mau kembali, ya walaupun aku tahu kamu bukan kembali untuk saya. lima hari terakhir ini, saya rasakan hari yang paling panjang. karena hari ini kamu berjanji akan kembali.

maafkan saya va... yang hanya bisa menyambut kedatangan kamu dengan rasa rindu dan kangen. ya... rasa rindu dan kangen yang selama ini serasa mengusik.
hanya bisa menyambutmu dengan dekapan rindu yang sangat mendalam, sangat mendalam.
semoga rindu ini jadi yang terakhir bagiku, bagi kamu, jadi rindu yang terakhir yang kita rasakan.

maafkan saya va...
semoga ini menjadi hal indah, yang dapat selalu mengingatkan aku pada seorang tetanggaku yang satu ini.

maafkan....

0 komentar: